Jul 5

Yuki Egawa, pacar Ryo Majima, terpana dengan akting Ryo, yang baru kali itu dilihatnya begitu serius. Begitu juga dengan Koji yang memutuskan pulang di tengah pertunjukan, meski sempat dicegah Masumi.

“Kamu menyukainya kan? Nontonlah sampai akhir. Dia akan sedih kalau kursimu kosong,”

Tapi Koji tetap bersikeras pulang, tak tahan melihat akting Maya yang begitu kelihatan mencintai Ryo… membuat Maya yang mencari-carinya seusai pentas sangat kecewa.

Kondisi Mayuko memburuk dan setelah operasi dokter mengatakan bahwa mereka hanya bisa pasrah menunggu Mayuko sadar. Untungnya ingatan akan Bidadari Merah kembali menghidupkan semangat Mayuko… keajaiban terjadi. Mayuko mencengkeram tangan Maya, menyebutnya sebagai pewaris Bidadari Merah. Belum lagi keterkejutan Maya dan teman-temannya hilang, Mayuko melanjutkan kata-katanya dengan susah-payah, bahwa ada seorang lagi calon Bidadari Merah.

“Bersainglah menuju Bidadari Merah…” bisik Mayuko. “Kalau kamu menyerah, dialah yang akan menjadi Bidadari Merah…”

Pentas Bukit Badai terus berlangsung. Yuki Egawa terus menonton pertunjukan setiap hari. Ia sadar ada yang berbeda dalam diri kekasihnya, yang memang sedang jatuh cinta pada Catherine-nya Maya. Koji yang datang lagi pada akhirnya tak dapat menemui Maya, ia menitipkan payungnya pada Maya di tengah hujan salju.

Seusai pentas hari terakhir, Maya yang datang ke rumah sakit mendapat kabar gembira, Teater Mayuko akan kembali pentas bersama Teater Ikkakuju. Judul pentasnya: Senyum Sang Batu. Rei mendapat dua peran sekaligus, Sayaka mendapat tiga peran, dan Maya… justru tak mendapat lakon apapun, hanya diam di tengah panggung sebagai boneka. Senyum Sang Batu berkisah soal gadis bangsawan sakit-sakitan, yang memiliki warisan sangat besar peninggalan orang tuanya. Di penghujung ajal, ia membuat surat wasiat yang isinya menunjuk boneka kesayangannya sebagai ahli waris. Disitulah cerita berawal, bagaimana orang-orang berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan hak waris yang diberikan pada sang boneka tersebut. Menarik, hanya saja Maya tak habis pikir kenapa Mayuko memberinya peran seperti itu, peran yang disebut Mayuko “pelajaran membunuh kepribadian,”

Keputusan Mayuko bukan tanpa alasan, apalagi ternyata akting Maya di Bukit Badai kembali membuatnya mengulangi pengalaman di Eishin. “Anak itu belum sempurna sebagai aktris,” kata ketua panitia, orang yang pada awalnya memilih Maya sebagai Catherine. “Dia berakting sendirian. Perbedaan nuansa dari anak-anak ke dewasa, semakin lama dimainkan semakin terasa. Padahal berakting seharusnya bekerja sama dengan sekeliling,”

Maya yang awalnya menganggap peran sebagai boneka sama dengan tidak melakukan apa-apa, mulai menyadari bahwa peran itu ternyata sangat sulit. Ia harus diam tapi tak boleh melamun. Ia harus kaku tapi bergerak ketika disentuh sehalus apapun. Suatu hari tepat ketika Masumi Hayami hendak membesuk Mayuko, Mayuko didapati sedang kabur dari rumah sakit untuk melihat latihan anak-anak didiknya. Terkesiaplah Masumi melihat Maya yang saat latihan terjatuh, terlebih ketika mendapati sekujur tubuh Maya dipasangi tongkat bambu sehingga sangat sulit bergerak. Mayuko kembali ke rumah sakit bersama Maya yang terluka kena patahan bambu.

“Kalian berdua memang gila,” Masumi geleng-geleng kepala.

“Kau tak akan mengerti, Masumi. Betapa bahagianya bila kita mengejar sesuatu dengan semangat,” balas Mayuko. Diceritakannya masa lalunya, ketika ia yang yatim piatu hidup sebagai gelandangan, sampai ditemukan oleh seorang pria bernama Ichiren Ozaki yang memperkenalkan dunia teater padanya. Mayuko yang jatuh cinta pada Ichiren yang sudah beristri, ternyata bertepuk sebelah tangan. Ichiren mencintainya hanya sebagai aktris. “Penyebab Ichiren bunuh diri adalah ayahmu; Eisuke Hayami,”

Masumi menawari Maya pulang, dan kali ini langsung bicara pada Maya soal tawarannya bergabung dengan Teater Hayami dan perusahaan Daito. Mentah-mentah Maya menolaknya, meski sebenarnya Maya tergoda dengan peluang masuk SMA yang jauh dari pemikirannya.

Namun sekali lagi, harapan Maya mendapat jawaban. Tiba-tiba saja kepala sekolah memanggilnya dan memberitahukan bahwa seseorang membiayainya meneruskan ke SMA Hitotsuboshi, yang terkenal dengan kegiatan dramanya yang aktif. Ketika Maya bertanya siapa, sepucuk surat beserta mawar jingga kembali sampai ke tangan Maya, membuatnya menangis terharu dan bertekad sukses di Senyum Sang Batu.

Maya menemui Koji ke sekolahnya, dan sempat kecewa melihat Koji akrab dengan teman-teman perempuannya. Namun Koji tetap mengantarnya ke stasiun bahkan sampai ke peron. Ketika hampir berpisah, samar ia berkata, “Aku cemburu pada Hishcliff,”

Untuk Senyum Sang Batu, Maya dan teman-temannya mendapat pinjaman tempat yang sangat kumuh di sebuah ruang bawah tanah, bekas sebuah café yang bangkrut. Tempat itu berseberangan dengan sebuah gedung drama megah, Gedung Orion. Orang-orang di Orion mentertawakan rencana pentas itu, namun Ayumi Himekawa yang kebetulan berada disana menyadarkan mereka akan siapa yang mereka hadapi. Teater Ikkakuju, juara dua dalam lomba drama nasional beserta Maya Kitajima, yang sebetulnya hampir juara dengan pentas tunggalnya, namun kalah karena diskualifikasi.

Di Yokohama, pemilik restoran mie tempat Ibu Maya bekerja mengusulkan agar Ibu Maya pergi ke sanatorium di sebuah desa untuk mengobati penyakit TBCnya yang semakin akut. Di tengah jalan, Ibu Maya melihat majalah berisi artikel soal Maya dan Bukit Badai. Ia sangat terharu dan bangga.

Pentas Senyum Sang Batu dimulai, dan Ayumi Himekawa salah satu penonton pertama mereka, membuat semua anggota teater kaget. Ryo Majima juga hadir. Orang-orang yang tadinya hanya iseng menonton, jadi terpesona setelah mengikuti alur cerita. Promosi Senyum Sang Batu disampaikan dari mulut ke mulut, dan pada hari ke-10 orang-orang di Gedung Orion dibuat tercengang dengan antrian di ruang bawah tanah tempat pentas…

Ringkasan sinopsis: Monika Tanu

« Previous Entries Next Entries »