Topeng Kaca Missing Script - Page 7

Kuronuma kembali ke ruang latihan dan menemukan Maya berdiri dalam ruangan itu sendirian dengan air mata yang mengalir di pipinya.

“Lupakan dia Maya. Kau tidak sesuai untuknya.”
“Pak Kuronuma, bagaimana anda tahu ?”
“Dari apa yang baru saja aku lihat. Apa yang baru saja kaumainkan itu adalah perasaanmu sendiri terhadap laki-laki itu, benar kan?” Maya hanya bisa terdiam dengan air mata di pipinya.

“Mengapa kau jatuh cinta pada orang seperti itu ? Lupakanlah, hal itu tidak mungkin. Cinta adalah campuran antara kepedihan dan kesedihan. Pikirkanlah semua itu sebagai pengalaman yang berharga, suatu hari hal itu akan berguna dan membantumu ketika kau ada di panggung.

Kepedihanmu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Maya, apa yang baru kau tampilkan adalah perasaanmu sendiri, bukan perasaan Akoya. Tapi jangan kau lupakan apa yang kau rasakan, anggap itu sebagai memori, sebuah pengalaman. Ketika kau ada di panggung, keluarkan emosimu lagi.”

“Pak Kuronuma,”
“Semua ini akan jadi pengalaman yang baik, menangislah semaumu hari ini, tidak ada siapapun di sini, tapi besok jangan menangis lagi.” (tersenyum pada Maya) Maya tidak bisa mengontrol dirinya lagi dan mulai menangis. Malam itu, ketika Masumi kembali ke mansionnya, ia tidak bisa tidur. Matanya menatap bintang sambil memikirkan Maya…

Diterjemahkan oleh: Messa

One Response

  1. dhani Says:

    kapan donk lanjutannya ada yang missing script

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.