Jul 5

Kalau kamu termasuk fans berat komik Topeng Kaca yang setia menunggu komiknya sejak 6-7 tahun yang lalu, hati-hati dengan expectation kamu…. Bidadari Merah nomer 9, akhirnya dirilis lagi oleh Elex Media Komputindo, akhirnya terbit juga 11 Mei 2005 lalu. Harga? Mengikuti harga komik sekarang, Rp 10.000 / buku. Bisa kamu beli di Gramedia. Ini sedikit review saya sebagai seorang fans berat Topeng Kaca…

Cover & Packaging
Mulai dari tampilan luarnya. Secara fisik, komik ini ga sebagus edisi Topeng Kaca di masa lalu yang cover luarnya terbuat dari bahan glossy terpisah dari cover utamanya yang berwarna sephia. Cover edisi baru ini hanya berupa lembaran seperti karton tipis yang dijamin pasti lecek dengan beberapa kali baca. Sorry Elkom, I have to say this.

Kualitas Ilustrasi
Hm… kalo Anda seperti saya yang barusan membaca ulang Topeng Kaca mulai dari nomor 1, tentu akan melihat perbedaan ilustrasi komik Bidadari Merah 9 ini. Mulai dari garis-garisnya yang ga sehalus dulu, sampe gambar tiap tokoh yang ga “sekeren” dulu. Ilustrasi Ayumi yang seharusnya sangat anggun & cantik pun udah ga seoke dulu.

Gurat ekspresif setiap karakter pun bisa dibilang berkurang… Ga suka deh ama garis-garis yang dipake buat ngasi liat image “pipi memerah”… bikin gambar terkesan berantakan :( (Gile ya gue, taunya nyela mulu hehehe)

Content & Alur Cerita
Soal cerita, uhm… kayanya agak gimanaaa gitu. Ada kesan bertele-tele. Jauh deh ama greget jaman dulu… Dan yang bikin heran, tau-tau aja ada barang baru yang mendadak nyempil di komik ini, yang sejak dulu ngga pernah disinggung sama sekali: HANDPHONE BERKAMERA.

Agak ga make sense, apalagi sebelum ini ga ada satupun tokoh di Topeng Kaca yang ber-HP ria :D Secara cerita, jadi menyorot detail-detail ga penting… kemarin kita udah dibawa terharu-biru ama hubungan Maya dan Masumi… kok sekarang seakan-akan kita disuru “nyetujuin” Koji “CLBK” (Cinta Lama Bersemi Kembali ^^) ama Maya?

Kok Ngga Kaya Suzue Ya…
Suzue yang dulu bisa membuat satu buku komik penuh dengan emosi, sarat adegan penting, yang nantinya akan menjelaskan banyak hal di masa mendatang. Suzue yang dulu pantang membuat adegan bertele-tele yang ga jelas maksudnya apa. Satu pesan bisa disampaikan dengan mudah lewat kisah sederhana…

Bernostalgia dengan Suzue yang Dulu…
Inget adegan Masumi mengejek Maya di pentas salah satu artis besar? (Saya lupa namanya) “Kamu memang cuma bisa berperan sebagai gadis serigala, bukan putri yang cantik,” Maya meradang. Merayap di lantai dan mengambil daging yang dilempar Masumi di area pesta dengan mulutnya, persis serigala.

Berakting sebagai serigala saat itu juga, di pesta ramah-tamah yang dihadiri pentolan dunia drama, yang kemudian membuat orang terpesona dan menyadari bahwa pentasnya juga patut ditonton.

Hal sederhana yang tidak disadari Maya…. Di komiknya, Suzue mengisahkan Maya yang begitu marah karena merasa dilecehkan oleh Masumi, begitu pula Koji dengan darah mudanya membela Maya. Hanya sang sutradara, Pak Kuronuma, yang menyadari maksud tersembunyi Masumi di balik itu… Dalem banget kan?

Bidadari Merah 9 Kehilangan Gregetnya…
Sayangnya, Bidadari Merah 9 yang baru ini udah kehilangan sentuhan itu… Sungguh, bukan bermaksud tidak puas, hanya bisa mencela dan tidak berterimakasih (terutama buat Elkom yang akhirnya consider menerbitkan komik ini lagi)… hanya bermaksud share pengalaman saya membaca, sebagai seorang fans…

NB: Saya baca di milis (tx to Arianti), kita bisa request ke Elkom untuk merilis ulang Topeng Kaca mulai dari nomer 1. Yang berminat, silakan hubungi (021) 5483008 bagian promosi / redaksi komik… Kalau banyak yang meminta, apakah Elkom akan mempertimbangkan? Semoga. Komik ini terlalu indah untuk dilupakan begitu saja… apalagi melihat lanjutannya yang makin tak tentu arah seperti ini.

Review oleh: Monika Tanu (ditulis 20 Mei 2005)

« Previous Entries Next Entries »