Buku 29 l Bayang-bayang Jingga 2

Maya sedikit khawatir, bagaimanapun juga dulu mereka pernah dekat. Tapi Koji tidak berubah, dia tetap baik pada Maya seperti teman lama. Dan ternyata Koji sudah memiliki pacar, Mai Aso. Yang selalu menunggu Koji pulang latihan.

Maya ingin menanyakan gosip yang beredar di koran, apalagi perasaannya tidak tenang, dia tidak tahu kenapa. Tetapi saat menelepon Masumi. Maya malah menanyakan berita Mayuko terakhir, dan mengatakan bahwa dia akan main drama lagi.

Ada apa? Kok lain dari biasanya. Ada yang ingin kamu katakan padaku?

Tidak… Semoga anda bahagia.

Masumi merasa aneh, dia tidak mengerti maksud Maya.

Direktur teater Ozawa ingin agar pentas musim gugur nanti ikut dalam festival seni agar mendapat penghargaan. Kurunoma tidak setuju, karena sejak awal tujuannya untuk menghasilkan pentas yang baik dan bukan untuk uang atau mendapatkan penghargaan.

Latihan-latihan Maya mulai berjalan, sedikit demi sedikit dia semakin mengerti dan bisa masuk ke dalam kepribadian Jean, para aktor pemeran kagum dengan bakat Maya.

Ryuzo Kuronuma mengenal Masumi Hayami saat dia diundang dalam suatu pesta dimana banyak direktur, sutradara dan sebagian besar juri festival hadir. Mereka bercakap-cakap tentang pentas yang akan dibuat oleh Kuronuma. Meskipun direktur Ozawa takut jika perkataan Kuronuma ada yang menyinggung perasaan Masumi, tapi ternyata direktur Daito ini tidak sejahat apa yang pernah dikatakan orang.

Latihan Maya dan Koji serius, dan semakin hari semakin baik, bahkan beredar gosip tentang kedekatan mereka berdua, padahal semua tahu bahwa Koji sudah memiliki pacar. Mai Aso menjadi cemburu ketika membaca bahwa ada bagian adegan yang menceritakan bahwa Steward dan Jean jatuh cinta dari hari ke hari.

Suatu hari Maya mendapatkan mawar jingga dan sekotak alat make up lengkap. Maya senang sekali, dan untuk membalas kebaikannya, dia bertemu dengan Hijiri di café LonLon, HighLand city building.

Ini, tolong berikan pada si pengirim mawar jinggaku.

Ini album semua pentas yang pernah kulakukan hingga saat ini. Tidak semua kumasukkan ke situ. Tapi kuharap mawar jingga mau menerimanya.

Beliau pasti senang.

Tidak sengaja surat untuk mawar jingga terjatuh, Maya bermaksud untuk menyusul Hijiri, tetapi Hijiri sudah masuk dalam lift, Maya memutuskan menunggu lift. Disaat yang sama, ternyata Hijiri bertemu dengan Masumi, melaporkan beberapa dokumen rahasia dari perusahaan lain, menyampaikan hadiah dari Maya untuk mawar jingga, dan terakhir tentang berita aneh dari biro akting Ozawa, Yahiko Fujimoto akan mementaskan drama musikal “Isadora”, beberapa aktor “padang liar yang terlupakan” dipanggil, dan akan dipentaskan musim gugur, sama seperti pentas Kuronuma.

Keduanya berpisah, saat Masumi keluar dari lift, dia kaget melihat Maya berdiri disitu. Maya menjelaskan tentang orang yang ingin ditemuinya, tetapi mungkin Masumi tidak bertemu.

Maya kembali menanyakan kabar tentang kondisi gurunya. Mungkin sekarang Mayuko berada di lembah plum, tempat dimana Ichiren Ozaki menulis “Bidadari Merah”.

Pak Masumi, apa betul anda dijodohkan? Dengan gadis yang digosipkan itu?

Pak Masumi mau menikah dengannya?

Kenapa tanya soal itu?..

Tidak, aku akan ikut merayakannya.

Maya tiba-tiba merasa sedih, dengan gemetar.

Ada apa? Wajahmu pucat.

Jangan sentuh aku. Semoga bahagia..

Dia lari sambil menangis. Masumi heran, tetapi dia mengingat percakapan Maya di telepon terakhir dengan kata-kata yang sama, tiba-tiba selintas pikiran muncul. Apa mungkin dia cemburu?

Di villa, sambil melihat-lihat foto yang diberikan untuk mawar jingga, Masumi berpikir apakah mungkin hal itu terjadi, bukankah Maya sangat membencinya lebih daripada orang lain.

Ringkasan sinopsis: Liling Handayani

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.