Saat menanti untuk bertemu pengagumnya di Burm restoran, ternyata Maya bertemu dengan Masumi Hayami. Maya kecewa, ternyata pengagumnya tidak jadi menemuinya. Tidak berapa lama kemudian datang seorang ibu, yang ternyata juga diundang oleh mawar jingga. Fujiko Kitashirakawa, merupakan pemeran putri Aldis dalam opera “Mawar Merah dan Mawar Hitam” hampir 20 tahun lalu. Ternyata mawar jingga ingin mempertemukan kedua pemeran Aldis, dan supaya Maya bisa belajar dari pemeran putri Aldis tersebut.
Mayuko akhirnya melatih Maya dan Ayumi secara khusus, tentang bagaimana sikap dan masa lalu kedua putri itu akan mempengaruhi tokoh yang akan mereka perankan. Akhirnya mereka mengerti bagaimana perasaan kedua putri itu. Putri Aldis, lahir dengan kecantikan dan keagungan seorang putri memiliki hati yang hangat, tenang dan bahagia. Putri Origeld, putri yang dijauhkan dari ayahnya, hidup di penjara dan memiliki hati yang dingin oleh es dan salju.
Saat pertunjukan perdana, para penonton ingin melihat sejauh mana hasil drama yang menurut mereka merupakan salah peran ini. Teman-teman Maya yang menonton pertunjukan ini sedikit khawatir, karena bagaimanapun pertunjukan ini penting artinya buat Maya bila dia sukses, maka pentas selanjutnya sudah ditangan, lalu bisa meraih penghargaan, tapi bila dia gagal, maka tamatlah riwayatnya, tidak bisa mengharap apa-apa lagi.
Adegan drama, saat giliran putri Aldis keluar, setiap orang terpana. Mereka tidak percaya bahwa yang memerankan putri Aldis adalah Maya Kitajima, gadis yang biasa-biasa saja. Tapi ini adalah salah satu topeng yang dipunyainya, seperti bukan akting. Maya bertekad untuk main sebaik-baiknya karena pengagumnya datang. Meskipun dia tidak tahu siap sebenarnya pengagum itu.
Ringkasan sinopsis: Liling Handayani