Jul 5

Buat kamu yang udah putus asa nungguin tamatnya komik Topeng Kaca, versi drama Jepangnya ini boleh diconsider sebagai pemuas dahaga. Drama dengan durasi 26 episode ini memang ga bisa disebut “sempurna” (apalagi buat kita yang udah baca 42 buku komiknya dan udah hapal luar kepala karakter setiap tokohnya), tapi setidaknya cukup menghibur kita yang udah bertaun-taun nunggu ending Topeng kaca tanpa hasil. Sedikit review subjektif saya…

Yang Jadi Masumi Hayami Ga Cocok!
Hal pertama yang diprotes semua penggemar Topeng Kaca, ga cuma saya: “Kok Masuminya kaya gitu sih?” :D Dalam bayangan kita, yang namanya Masumi Hayami identik dengan pria matang-mapan yang luar biasa mempesona. Selain tinggi gagah, pria ganteng 30 taunan ini juga sukses jadi direktur utama Daito, perusahaan paling bergengsi di Jepang.

Selain itu, ia dikenal dingin dan tidak pernah dekat dengan perempuan lebih dari urusan bisnis. Baginya, aktris secantik apapun hanya barang jualan saja. Image itulah yang sukses dibangun pengarang lewat puluhan buku komik Topeng Kaca.

Harus diakui, pemilihan Seichii Tanabe sebagai Masumi kurang mendukung image ini. Seichii dianggap kurang pas sebagai Masumi, kurang “dingin” (khas karakter Masumi) dan yang jelas, kurang ganteng (!!!) sehingga kurang berhasil mendapat simpati fans. Untungnya, dari review beberapa fans, setelah membiasakan diri, lambat laun kita bisa menerima sosoknya sebagai Masumi, diimbangi aktingnya yang *kalo dicoba dilihat secara objektif*, kabarnya lumayan.

Akting Maya Kitajima
Oke, itu satu. Dua, akting Yumi Adachi sebagai Maya Kitajima. Dari segi fisik, Yumi cocok memerankan Maya, apalagi suara dan wajah kekanak-kanakkan Yumi yang mendukung karakter Maya yang terkesan belum dewasa.

Sayangnya dari segi akting, Maya yang dibawakan Yumi terkesan agak terlalu serius, apalagi di Topeng Kaca seri kedua. Ekspresi Yumi yang datar seringkali bikin saya ga bisa menghayati peran yang sedang dia bawakan sehebat ekspresi Maya di komiknya. But overall, she acts well enough, terutama untuk peran Jane Gadis Serigala yang mengharuskan dia merangkak kesana-kemari… (liat snapshot di samping ^^)

Adaptasi Komik ke Drama
Versi komik tetep ga terkalahkan. Di komiknya, kita ga pernah dibuat bosen dengan setiap peran yang dibawain Maya. Selalu ada hal ga terduga yang terjadi, mulai dari naskah Maya yang dituker sampe peralatan panggung yang disabotase.

Kehadiran Masumi maupun Ayumi dalam versi dramanya juga beberapa kali terasa kurang pas. Mungkin sebagaimana halnya Harry Potter, image yang terbentuk dari hasil membaca buku (komik) udah begitu kuatnya, sehingga ketika divisualisasi, selalu saja ada yang terasa kurang.

Overall…
Secara keseluruhan, drama ini tetep recommended buat semua fans Topeng Kaca, lepas dari segala kekurangan yang ada. Tak lain dan tak bukan, salah satunya karena drama ini dibuat tamat dengan ending yang sesuai dengan maunya fans (meski ehm… lagi-lagi saya ngerasanya tu ending agak dipaksain). Untuk pelengkap, drama Topeng Kaca boleh jadi pilihan. Untuk koleksi? Komiknya tetep jadi item wajib! (dan betenya, justru komik ini yang ga diterbitin lagi T-T)

Review oleh: Monika Tanu (Ditulis 20 Mei 2005)

« Previous Entries