Latihan Maya
Hari berikutnya Maya memulai latihannya. Latihan pada hari pertama adalah membaca naskah drama dengan pemeran lainnya. Semua orang takjub melihat Maya mengucapkan dialog-dialog dalam naskah dengan lancar tanpa membaca. Ketika Maya mulai membaca dialog percintaan Bidadari Merah, ia tak dapat mengontrol dirinya untuk tidak memikirkan Masumi. Maya menangis dan mengejutkan semua orang, termasuk Koji dan Pak Kuronuma.
Pak Kuronuma menyadari kalau Maya mengalami kesulitan. Ia curiga bahwa Maya sedang mengalami masalah dengan cintanya sendiri, dan memutuskan menunda latihan adegan percintaan. Pak Kuronuma berkata pada Koji: “Jatuh cintalah pada gadis itu (Maya) di panggung dengan sungguh-sungguh.”
Latihan Ayumi
Ayumi pun segera memulai latihannya sesampainya di Tokyo. Di Underline Studio, Ayumi mengejutkan semua orang dengan penampilannya sebagai gadis desa yang lugu. Penampilannya sebagai Akoya menangkap perhatian semua orang termasuk aktor pemeran utama dan sutradaranya.
Pementasan semakin dekat dan Maya semakin gugup, apalagi mendengar orang-orang bicara soal latihan Ayumi. Selain soal Ayumi, mereka juga bertanya-tanya soal Maya dan Koji.
“Koji dan Maya selalu latihan terpisah…”
“Kapan mereka akan latihan untuk adegan percintaan itu?”
“Aku khawatir. Maya terlihat kurang stabil, bisakah ia memerankan Bidadari Merah yang sedang jatuh cinta?”
“Pak Kuronuma berpikir terlalu sederhana.”
Maya sendiri tak kalah gundah. Cinta Bidadari Merah, apa yang harus aku lakukan untuk menjadi Bidadari Merah yang sempurna ? Setiap kali aku mengucapkan dialog-dialognya, aku teringat Masumi. Aku tahu aku bukan pasangan yang cocok untuknya, tapi aku tak bisa mengontrol apa yang kurasakan padanya… Semakin aku merindukannya, semakin sakit rasanya hati ini. Masumi, bagaimana bisa, kamu si Mawar Jingga? Aku tak bisa mengerti cinta Bidadari Merah. Bagaimana caraku memakai topeng Bidadari Merah?
Koji melihat Maya menangis sendirian di kamar gantinya. Ia ingat kata-kata Pak Kuronuma “Jatuh cinta. Jalinlah hubungan cinta yang serius, kalau tidak kau takkan bisa memainkan peranan yang sempurna.” Ia ingat kembali kenangan-kenangan indah yang pernah ia miliki bersama Maya. Terlambat, semuanya sudah sangat terlambat, mengapa hal itu masih menggangguku ? Apa yang harus aku lakukan? Koji tenggelam dalam pikiran-pikirannya sendiri. Ia sadar, selama ini ia masih memikirkan Maya…
Diterjemahkan oleh: Messa
January 31st, 2008 at 11:43 am
kapan mo dilanjutin lagi ni ceritanya….. hiks.. lelah.. lelah… menunggu…
January 31st, 2008 at 11:53 am
Makanya, bantuin donggg… hehehe. Kalo saya sendiri yang kerjain sih nunggunya pas ada waktu luang doang… dan itu jarang banget…
February 11th, 2008 at 10:11 pm
iya neh…..gimana yach kelanjutan kisah ini…..jangan2 ngak pernah usai karena pengarangnya khan dah tua…kalo dah “modar” gimana??????
February 12th, 2008 at 10:54 am
Gue juga awalnya semangat 45 nungguin kelanjutan Topeng Kaca, setelah 10 taunan nunggu akhirnya cape dehhh… dan udah pasrah kalo emang gantung seumur idup
February 19th, 2008 at 4:53 pm
lama bngt nih keluarnya……
penasarannnnn sekaleeeeeeeeeeeeee……
kPn keluar laaaageeeeeeeeeeeeee…?????
February 19th, 2008 at 4:55 pm
Monggo sering2 dicek webnya
March 15th, 2008 at 3:02 pm
Mba monik,puny lengkap ya topeng kacanya?Kira2 dimana ya gw bisa nglengkapin komik gw?
March 15th, 2008 at 4:12 pm
Dibaca di FAQ aja yaaa ^^